SEKOLAH
LITERASI
NASIONAL

SD NEGERI 004 BATU AMPAR

Tentang Program Literasi Digital

Di Program Literasi Digital ini, pengunjung dapat menikmati petualangan membaca karya-karya para siswa dan guru kami. Berbentuk blog atau buku, Anda bebas memilihnya semaumu. Di sini, kami juga kerap membagikan kegiatan-kegiatan literasi yang akan dan telah kami selenggarakan. Baik internal, lokal, maupun nasional, senantiasa kami bagikan.

Tim Literasi Sekolah

    
    
    
      

NO

NAMA

NIP. / NUPTK

PANGKAT / GOL.

JABATAN

1

PARIDAHELDANIS, S.Pd.SD

197107221993042001

PEMBINA UTAMA MUDA – IV/c

Penanggung Jawab

2

MUHAMMAD NUR ZEBUA, S.Pd.SD.,Gr.

196705022021211002

GURU AHLI PERTAMA / IX

Koordinator

3

ST FATIMAH NUR HAMSYARI M.

Sekretaris

4

ANISA KHALIDA RAHMADINA

Sekretaris

5

SANDI HASBULLAH, S.Kom

Dokumentasi

6

JULMAR ROVINO, S.Pd., Gr

198407252009031006

PENATA MUDA TK.I/ III.b

Bendahara

7

EDI PURWANTO, S.Pd., Gr

199303032020121007

PENATA MUDA/ III.a

Koordinator Literasi Baca Tulis

8

GUSTI KURNIA SYAHPUTRA, S.Pd., Gr 

199508222022211002

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

9

FRIDA SURYANI SARAGIH, S.Si., Gr

198406052023212018

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

10

N. ANDAYANI NAINGGOLAN, S.Pd., Gr

197407202010012002

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

11

RUSMINI, S.Pd., Gr

197610282022212001

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

12

YESSI SEREVINA SITINJAK, S.Pd., Gr

199108242024212027

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

13

ALDIAL PUTRA, S.Pd., Gr

198604282022211020

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

14

SUSANA JULIANTI, S.Pd., Gr

199207022019032001

PENATA MUDA/ III.a

Anggota

15

RESTU NISAI PAKPAHAN, S.Pd.I., Gr

198201242008032002

PENATA TK.I / III.d

Anggota

16

WARTILAH, S.Pd.SD., Gr

196902102007012037

PENATA / III.c

Anggota

17

HUSNI T, M.Pd., Gr

197407202010012002

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

18

FENY TRISNA PUTRI, S.Pd., Gr

198404182009032003

PENATA / III.c

Anggota

19

FANY FOURINTINA, S.Pd., Gr

199103092022212002

GURU AHLI PERTAMA / IX

Koordinator Literasi Numerasi

20

PRAJA SYAPUTRA, S.Pd., Gr.

198809222022211001

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

21

ASMAWATI, S.Pd., Gr.

196712172022212001

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

22

AMRIZAL, S.Pd.SD., Gr.

197410082021211001

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

23

PUTRI ANDRIANA, S.Pd

199701242023212010

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

24

RAHMAD HIDAYAT, S.Pd., Gr

198805052023211016

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

25

SAURMA NAIBAHO, S.Pd., Gr

197709142023212006

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

26

SRI MURTINI, S.Pd., Gr

196811232022212001

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

27

VERA YANTI NABABAN, S.Pd., Gr

197408212023212010

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

28

SEMI ARTANTI, S.Pd., Gr

197901142022212002

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

29

FAUZAN ARIEQ A. HAMBALY

Anggota

30

FIRMANSYAH, S.Pd., Gr

199111152023211014

GURU AHLI PERTAMA / IX

Koordinator Literasi Digital

31

MUHAMMAD FADHIL, S.Pd., Gr

199410172022211006

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

32

LITA RENITASARI, S.Pd., Gr

199309062020122007

PENATA MUDA TK.I / III.b

Anggota

33

NUR IHSAN, S.Pd.

198809112025211023

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

34

PRADIPTA ZULMI, S.Pd., Gr

198801092023211005

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

35

TITIK RUSMIYATI, S.Pd., Gr

197005052014062003

PENATA MUDA/ III.a

Anggota

36

MELDA YANTI SIDABUTAR, S.Pd.K

198510242023212012

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

37

MAQBULLAH, M.Pd., Gr

198111082022211001

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

38

MUHAMMAD ARIFIN, S.Pd., Gr

197711212022211002

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

39

NURLIZA LESTARI, S.Pd.

199707072023212014

GURU AHLI PERTAMA / IX

Anggota

      



Visi dan Misi Literasi Sekolah

Visi 

Terwujudnya warga sekolah yang gemar membaca, cakap menulis, kritis berpikir, dan berkarakter, serta mampu memanfaatkan literasi untuk pembelajaran sepanjang hayat.

Misi

  • Menumbuhkan budaya membaca melalui penyediaan waktu, ruang, dan bahan bacaan yang beragam dan berkualitas.
  • Mengembangkan kemampuan menulis siswa dan guru melalui kegiatan menulis kreatif, ilmiah, dan reflektif.
  • Meningkatkan literasi berpikir kritis dan numerasi dengan pembelajaran kontekstual dan berbasis masalah.
  • Memanfaatkan literasi digital dan media secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
  • Mengintegrasikan literasi dalam seluruh mata pelajaran dan kegiatan sekolah.
  • Mendorong kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung program literasi.
  • Membentuk karakter positif seperti rasa ingin tahu, disiplin, empati, dan tanggung jawab melalui kegiatan literasi.

Target Literasi Sekolah

  • Budaya Membaca
  • Seluruh siswa membaca minimal 15 menit setiap hari sebelum pembelajaran.
  • Setiap siswa menuntaskan minimal 6–12 buku bacaan nonpelajaran per tahun (sesuai jenjang).
  • Kemampuan Membaca dan Memahami
  • Meningkatnya kemampuan membaca pemahaman, kritis, dan reflektif pada siswa.
  • Minimal 80% siswa mencapai kategori baik dalam asesmen literasi sekolah.
  • Kemampuan Menulis
  • Siswa mampu menghasilkan karya tulis sederhana (cerita, puisi, ringkasan, artikel, laporan).
  • Setiap siswa menghasilkan minimal 2–4 karya literasi per tahun.
  • Literasi Digital
  • Siswa mampu mengakses, memilah, dan menggunakan informasi digital secara bijak.
  • Siswa terbiasa menggunakan sumber bacaan digital (perpustakaan digital, artikel edukatif).
  • Keterlibatan Warga Sekolah
  • Guru mengintegrasikan literasi dalam pembelajaran semua mata pelajaran.
  • Orang tua mendukung kegiatan literasi melalui program membaca di rumah.
  • Kegiatan Literasi Berkelanjutan
  • Terselenggara kegiatan seperti: pojok baca, jurnal membaca, lomba literasi, mading, atau kelas menulis.
  • Sekolah memiliki program literasi tahunan yang berkelanjutan.

Galeri Kegiatan Literasi Sekolah

u3-565
Website Literasi Sekolah
sdn004batuampar sdn004batuampar

ARTIKEL TENTANG CYBERBULLYING

Menjadi Pahlawan Digital:
Wujud Nyata “Mulia dalam Akhlak, Cerdas dalam Ilmu” di SDN 004 Batu Ampar

Dunia internet itu luas sekali, ya? Seperti taman bermain raksasa tanpa pagar. Kita bisa belajar, menonton video lucu, hingga menyapa teman di tempat jauh dan menjelajah tanpa batas, namun kita perlu berhati-hati, jika tanpa kompas yang tepat, kita bisa tersesat. Tahukah kamu kompas yang digunakan kalau bermain digital? Namanya “aturan”.
Siswa-siswi SDN 004 Batu Ampar, Batam, telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pengguna teknologi, melainkan Pahlawan Digital yang menghidupkan motto sekolah: “Mulia dalam Akhlak, Cerdas dalam Ilmu dan baru saja meluncurkan kampanye keren tentang Etika Berinternet. Mereka mengingatkan kita bahwa meski kita tidak bertatap muka langsung, perasaan orang di balik layar tetap nyata.
Pesan untuk Para Pahlawan Cilik (Siswa SD)
1. Mulia dalam Akhlak: Etika di Balik Jempol
Motto “Mulia dalam Akhlak” bukan hanya slogan di gerbang sekolah, tapi tercermin dalam cara siswa berinteraksi di dunia maya. Kampanye “Etika Berinternet” mengajarkan bahwa satu komentar jahat bisa melukai hati orang lain. Implementasi nyata dari akhlak mulia ini terlihat dari:
a. Menjaga Lisan (dan Jempol): Menggunakan media sosial untuk menebarkan kebaikan, bukan hinaan.
b. Menghargai Privasi: Tidak memotret atau menyebarkan foto teman tanpa izin.
c. Empati Digital: Menyadari bahwa di balik layar ada manusia nyata dengan perasaan yang juga nyata.
• Cerdas Berinternet adalah sebagai berikut :
• Situasi
Lihat teman bikin video lucu
Dapat pesan berantai (BC)
Mau foto teman di Kelas
• Tindakan keren (pahlawan)
Kasih pujian atau like
Hapus atau tanya guru
Minta izin dulu
• Tindakan gak banget (penjahat digital)
Komentar menghina atau mengejek
Langsung share ke grup keluarga
Foto diam-diam untuk bahan candaan

Data Rapor Pendidikan 2025 menunjukkan buah dari pembentukan karakter ini, di mana indeks Karakter (A.3) mencapai kategori Baik dengan skor 61,01 (naik dari 59,5 di tahun sebelumnya). Bahkan, sub-indikator Beriman, Bertakwa, dan Berakhlak Mulia (A.3.1) mengalami kenaikan signifikan sebesar 5,03 poin menjadi 67,47.
2. Cerdas dalam Ilmu: Menjadi Detektif Informasi
Cerdas bukan hanya soal nilai matematika yang tinggi, tapi juga kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi—inilah inti dari “Cerdas dalam Ilmu”. Di era hoaks, siswa SDN 004 diajarkan menjadi Detektif Berita.
Kecerdasan ini dibuktikan dengan:
a. Kemampuan Literasi yang Tangguh: Berdasarkan Rapor Pendidikan 2025, Kemampuan Literasi (A.1) SDN 004 berada pada kategori Baik (skor 90%), menempatkan SDN 004 di Peringkat Atas (1-20%) secara Nasional. Siswa kita mampu memahami, merefleksi, dan mengevaluasi teks dengan sangat baik.
b. Nalar Kritis dalam Berinternet: Dengan kemampuan literasi yang kuat, siswa tidak mudah percaya pada berita palsu (seperti hoaks “es gabus beracun”) dan selalu melakukan cek fakta sebelum berbagi.
3. Sinergi Ilmu dan Akhlak: Literasi yang Menyelamatkan
Ketajaman ilmu tanpa akhlak bisa melahirkan perundungan siber (cyberbullying). Sebaliknya, akhlak tanpa ilmu membuat kita mudah dimanipulasi informasi bohong. SDN 004 Batu Ampar menyeimbangkan keduanya.
Buktinya, sekolah kita meraih skor tinggi dalam Iklim Keamanan Satuan Pendidikan (D.4) dan Pemahaman serta Sikap terhadap Perundungan (D.4.3) yang mencapai skor 75,52 (Naik 11,52 poin). Ini menunjukkan bahwa warga sekolah memiliki kesadaran tinggi untuk menciptakan lingkungan yang aman, baik di dunia nyata maupun digital.
Mengapa Ini Penting? (Sudut Pandang Akademisi & Orang Tua)
Secara ilmiah, apa yang dilakukan siswa SDN 004 Batu Ampar ini adalah fondasi dari Digital Citizenship (Kewarganegaraan Digital).
a. Membangun Empati di Balik Layar
Menurut teori Netiquette oleh Virginia Shea, aturan paling utama adalah “Remember the Human”. Tantangan terbesar anak-anak saat ini adalah “efek disinhibisi”, di mana mereka merasa bebas melakukan apa saja karena tidak melihat ekspresi wajah lawan bicaranya. Edukasi ini membantu anak menumbuhkan empati digital.

b. Literasi Informasi sejak Dini
Pakar komunikasi Howard Rheingold menekankan pentingnya Crap Detection atau kemampuan menyaring informasi. Dengan mengajarkan anak untuk tidak menyebarkan hoaks, kita sedang melatih kemampuan berpikir kritis (critical thinking) mereka agar tidak menjadi korban manipulasi informasi di masa depan.
c. Perlindungan Hukum (UU ITE & UU PDP)
Edukasi ini juga menjadi perisai hukum. Kita mengenalkan secara sederhana bahwa negara memiliki aturan:
1) UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik): Mengingatkan bahwa hinaan dan berita bohong memiliki konsekuensi hukum.
2) UU PDP (Perlindungan Data Pribadi): Mengajarkan anak bahwa identitas dan foto adalah milik pribadi yang harus dijaga.

Kesimpulan:
Gerakan Etika Berinternet di SDN 004 Batu Ampar adalah bukti bahwa 3endidikan karakter tidak boleh berhenti di gerbang sekolah, tapi harus merambah ke dunia maya. Mari kita dukung anak-anak kita menjadi generasi yang tidak hanya cerdas teknologi, tapi juga luhur budi pekertinya.

“Di dunia maya, jempolmu adalah suaramu. Pastikan suaramu membawa kebaikan.”

Referensi:
• Rapor-PBD-SD-Negeri-004-Batu-Ampar-11001647-Data-2025.
• Dolumen 1: Kurikulum SDN 004 Batu Ampar, T.P. 2025-2026
• Shea, V. (1994). Netiquette. Albion Books.
• Rheingold, H. (2012). Net Smart: How to Thrive Online. MIT Press.
• Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2024 (Perubahan UU ITE).
• Undang-Undang RI Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Read More »